Seorang gadis membuka selimutnya, menatap jam dinding bergambar Pooh yang menempel di dinding kamarnya, pukul 11.00 WIB. Malam ini gerah sekali, keringatnya tidak bisa berhenti keluar. Belum lagi nyamuk yang sejak tadi berseliweran di telinganya, semakin membuatnya tidak bisa tidur. Kalau dia memakai selimut sampai menutupi seluruh badannya, maka dia akan semakin tidak bisa tidur karena bermandi keringat dan susah bernafas. Kalau tidak memakai selimut, maka dia juga tidak akan bisa tidur karena segerombolan nyamuk yang akan semakin mengerubutinya, berpesta darah. Sampai akhirnya di memutuskan duduk saja, memandangi nyamuk-nyamuk yang mengelilinginya, mengantuk.
Semakin banyak nyamuk yang mengerubutinya dan akhirnya membuatnya kesal.
“DIAM!!DIAM!! Kalian nyamuk menjengkelkan!! AKu benci!! Aku benci!!!”teriaknya.
Lalu tiba-tiba salah satu nyamuk dengan ukuran tubuh paling besar berhenti di hadapannya. Mereka berdua seolah sedang berpandangan lama.
“Kenapa kau membenci kami?”kata Si Nyamuk
Gadis tadi melihatnya heran. Nyamuk itu bicara? Nyamuk itu sedang mengejeknya? Cepat-cepat diambilnya kaca pembesar yang ada di lemari bukunya, mengarahkannya pada si Nyamuk.
“Kenapa kau membenci kami, padahal kami hanya mencari makan?”kata Nyamuk lagi
“Hhh.. nyamuk, aku tahu kalian hanya mencari makan.. tapi tidak bisakah kalian makan lebih tenang, atau setidaknya menusuk kulitku tanpa meninggalkan gatal? Aku bukannya pelit memberikan darahku, aku mungkin juga tidak tahu kalau darahku kalian hisap..”gumamnya. “Yaah..memang bukan salahmu. Mungkin memang sudah nasibmu untuk hidup dengan mengganggu makhluk lain..”katanya lagi melihat ke arah nyamuk dengan pandangan kasihan. Nyamuk itu semakin mendekat.
“Wah..wah.. lihat siapa yang berbicara..”kata Si Nyamuk.
“Apa maksudmu? Bukankah semua yang kukatakan benar?”tanya gadis itu heran.
“Yang pertama, kami para nyamuk tidak menusuk kulitmu, tapi mengirisnya. Dan yang menyebabkan gatal adalah zat yang terdapat dalam air liur kami, yang kami gunakan untuk mencegah luka irisan yang kami buat menutup kembali sebelum kami mengambil darahmu.”jawab nyamuk itu terdengar agak congkak. “Kedua, caramu mengatakannya seolah-olah kau adalah pihak yang paling kesusahan dan paling dirugikan disini”tambahnya.
“Memang benar kan? Aku jadi serba salah, tidak bisa tidur dengan nyenyak karena bunyi sayap-sayap kalian yang berdenging di telingaku, juga karena gatal-gatal yang kalian timbulkan, aku sudah capek beraktivitas seharian, lembur mengerjakan tugas sampai malam, padahal besok pagi aku harus sekolah, jam5 pagi aku harus sudah bangun. Besok aku akan mengantuk dan itu gara-gara kalian!! Aku sudah jelas susah dan rugi tau!!”jawab gadis itu, mulai emosi.
“Hey, hey Nona.. tenang dulu. Kau tidak perlu membentak, karena ukuran mulutmu itu sudah berpuluh2 kali ukuran tubuhku, aku bisa mendengarnya dengan jelas.”jawab nyamuk.
“Wah, seharian kau bekerja keras rupanya. Lalu memangnya kau pikir kami para nyamuk bermalas-malasan, begitu? Kami para nyamuk juga memiliki jam tidur, dan jam bekerja. Ketika kami tidur, apa kalian pernah peduli untuk tidak bersuara keras? Berhati-hati ketika melewati sarang kami? Kalian bahkan mungkin tidak pernah peduli apakah kami sedang tidur atau tidak. Bukankah adil ketika kami juga tidak perlu peduli kalian sedang tidur atau tidak?”kata nyamuk itu lagi. “Kami juga bekerja keras setiap hari. Berbeda denganmu kami bekerja keras untuk mencari makan, bahkan dengan mempertaruhkan nyawa kami. Kau pasti tidak susah payah menyiapkan makanmu, iya kan? Bayangkan saja kalau kau jadi kami. Kami harus mencari bau dan suhu tubuh kalian di kegelapan, secara perlahan hinggap, mengiris sedikit kulit kalian dan menghisap darahnya, proses yang lama dan harus hati-hati untuk tidak membuat kalian terbangun dan sadar akan keberadaan kami. Jika kalian terbangun, maka nyawa kami serasa sudah berada di ujung dan siap melayang. Dengan sekali pukul, kami sudah pasti mati”
“Tidak sadarkah kau bahwa mencari makan bagi kami sama dengan bertempur di medan perang setiap harinya? Hanya demi makan. Berapa kali kau makan hari ini? 3? 4? 5 kali? Aku belum sekali pun. Tapi aku tidak meminta belas kasihanmu, Manusia, karena memang begini seharusnya. Kami berjuang menjalani takdir kami sebagai nyamuk sebagaimana digariskan-Nya.”
“Tetap saja, kau kan merugikan makhluk lain! Tentu saja kami tidak peduli pada kalian, dan kalau kami membunuh kalian, itu karena kami harus mempertahankan diri. Kalian bisa menyebabkan penyakit, banyak orang yang meninggal karena kalian!”gadis itu mendebat.
“Iya, aku tidak pernah mempertanyakan mengapa manusia membenci kami. Kami merasa semuanya telah seimbang. Seperti kalian yang mempertahankan diri, kami juga mempertahankan diri kami dengan makan. Bukankah kalian manusia juga membunuh makhluk lain untuk bertahan hidup? Kalian membunuh kambing dan sapi, bahkan hewan yang tidak layak dimakan untuk kalian makan dan mempertahankan hidup. Kami tidak pernah bermaksud membunuh kalian, hanya irisan kecil di salah satu pori-pori kulitmu, meninggalkan sedikit gatal yang tidak bertahan sampai sehari. Tidak seperti kalian yang untuk makan saja memang harus mengambil nyawa makhluk lain. Oh, bahkan untuk kegiatan lain kalian juga harus membunuh, membunuh gajah hanya untuk memajang gadingnya yang indah, membunuh kijang dan macan untuk diawetkan, membunuh untuk bersenang-senang.. ya.. kalian memang begitu, melakukan apa saja demi membuat diri kalian sendiri senang. Belum lagi membunuh sesama manusia, hoho.. paling tidak kami nyamuk tidak pernah membunuh sesama nyamuk, bahkan jika kami berasal dari spesies yang berbeda.”cerocos nyamuk lagi.
Gadis itu geram, tapi menyadari kebenaran dari kata-kata nyamuk. Tidak, tentu saja itu tidak benar. Nyamuk itu salah!
“Memang hanya gatal, tapi kau tidak tahu akibatnya. Satu gigitanmu juga bisa membunuh kami, sudah berjuta-juta orang mati terkena demam berdarah dan malaria tau!”
“Ah Manusia, jangan terlalu merendah. Kalian dikaruniai otak! Kalian masih bisa berpikir untuk mencegah dan mengobatinya, sesuatu yang tidak dimiliki oleh makhluk manapun di muka bumi ini selain kalian. Kalian bisa mencegah kami berkembang biak, mematikan calon anak-anak kami, merusak rumah kami, kalian menciptakan berbagai macam hal yang bisa membuat kami menjauhi kalian, mulai daari bau yang tidak kami sukai, sebuah alat berjaring yang membuat kami gosong ketika menyentuhnya, sebuah kain berlubang2 kecil yang kalian letakkan menutupi tempat tidur. Kalian punya banyak hal untuk mempersulit kami. Jika ada yang telah sakit, kalian juga mempunyai berbaai cara untuk menanganinya.. kalian pintar, kalian memiliki banyak hal lebih dari kami. Kami para nyamuk tidak memiliki otak yang bisa berpikir. Kami bergerak dan bekerja dengan naluri yang dikaruniakan-Nya. Kami tidak tahu caranya menangkal bau tidak sedap yang kalian gunakan, tidak sanggup mencegah terbunuhnya anak-anak kami ketika kalian membersihkan genangan air di sekitar rumah kalian, tidak bisa menghindar ketika kepulan asap beracun kalian semprotkan pada kami. Kami tidak bisa berpikir bagaimana membuat serangan balik pada kalian. Kami hanya berusaha mencari makan untuk hidup, menerima nasib jika ketika akhirnya telapak raksasa kalian menghantam kami, atau ketika hal-hal lain yang kalian lakukan bisa membunuh kami.”jawab nyamuk itu. “
“Jadi apa maksudmu nyamuk? Bahwa kami manusia lebih kejam daripada kalian, bahwa seharusnya kami meminta maaf pada para nyamuk? Membiarkan nyamuk hidup dan menggigit kami secara sukarela? Begitukah maumu?”gadis itu marah.
“Demi Tuhan aku tidak pernah berpikir begitu. Tadi kau bilang membenci kami yang hanya mencari makan, padahal kami tidak pernah membenci kalian walaupun kalian sudah sering membunuh saudara dan anak-anak kami yang belum menetas, juga merusak rumah-rumah kami.. Aku juga tidak pernah memprotes kenapa manusia harus begini begitu, sementara nyamuk hanya begini begitu. Aku percaya pada Dia yang memberikanku hidup, dan aku menerima hidupku menurut cara yang diajarkan-Nya padaku. Menjalaninya tanpa banyak protes“
Gadis itu tertegun.
“Kalian manusia adalah makhluk yang paling sempurna dan beruntung di muka bumi ini. Bumi ini dihamparkan untuk kalian. Kalian lah rajanya. Tapi tetap saja, diantara semua makhluk.. aku yakin kalian lah yang paling banyak menggerutu!! Seharusnya kau menggunakan hidupmu dengan baik, melakukan apapun sekuat tenagamu tanpa banyak mengeluh, dan lebih banyak bersyukur Nona, paling tidak bersyukur karena kau jadi manusia, bukan nyamuk!”kata nyamuk itu lagi, kemudian melenggang pergi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar